BLITAR – Dalam semangat kasih dan kepedulian terhadap sesama, Rumah Sakit Katolik (RSK) Budi Rahayu Blitar menggelar perayaan Ekaristi khusus untuk memperingati Hari Orang Sakit Sedunia pada Rabu, 11 Februari 2026. Perayaan ini menjadi momen refleksi sekaligus penguatan spiritual bagi seluruh komunitas rumah sakit.
Misa yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran direksi, dokter, perawat, serta seluruh karyawan RSK Budi Rahayu. Kehadiran para suster kongregasi juga turut menambah suasana doa menjadi lebih intens dan penuh kedamaian.
Ibadah syukur ini dipimpin oleh Romo Nyoto dari Paroki Santo Yusup Blitar. Dalam homilinya, Romo Nyoto menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan sebagai perpanjangan tangan Tuhan dalam menyalurkan kesembuhan, baik secara fisik maupun psikis.
Puncak dari peringatan ini adalah sesi doa khusus yang ditujukan bagi para pasien yang sedang menjalani perawatan di RSK Budi Rahayu. Romo Nyoto memberikan berkat khusus, memohonkan rahmat kekuatan dan kesembuhan bagi mereka yang sedang berjuang melawan sakit penyakit.
"Melalui peringatan ini, kita diingatkan bahwa kehadiran dan sapaan kasih kepada mereka yang sakit adalah obat yang tidak kalah manjur dari tindakan medis," ujar salah satu staf rumah sakit di sela-sela acara.
Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia di RSK Budi Rahayu bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata komitmen rumah sakit untuk terus memberikan pelayanan yang manusiawi dan berlandaskan kasih kepada masyarakat Blitar dan sekitarnya.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah singkat antar karyawan, memperkuat solidaritas untuk terus melayani dengan hati yang tulus.